Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Proklamasi dan Konstitusi

May
29
2015
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Uncategorized
Bangsa Indonesia dahulu dijajah oleh bangsa Barat. Bangsa Indonesia berjuang untuk bebas dari penjajahan yang dilakukan Bangsa Barat. Perjuangan yang dilakukan pada masa itu sering mengalami kegagalan. Kegagalan terjadi karena perjuangan masih bersifat kedaerahan, senjata yang digunakan masih tradisional dan sederhana, serta kurangnya rasa persatuan dan kesatuan menjadikan perjuangan melawan para penjajah masih mengalami kegagalan. Kegagalan-kegagalan tersebut menjadikan pelajaran yang berharga bagi para pahlawan.
Para pejuang kemerdekaan sadar tanpa adanya persatuan dan kesatuan, perjuangan bangsa Indonesia akan terus mengalami kegagalan. Pada tahun 1908 lahirlah gerakan nasional pemuda Indonesia yang menggalang persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan. Kemerdekaan dinyatakan dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. Kemerdekaan Indonesia tidak dicapai dengan mudah. Untuk mencapai kemerdekaan Indonesia memerlukan perjuangan yang amat berat. Banyak pahlawan yang gugur untuk membela tanah air Indonesia. Untuk memahami makna proklamasi kemerdekaan mari simak materi berikut ini.
** Pengibaran Bendera ketika proklamasi kemerdekaan oleh Suhud dan Latief
A.   Proses Terjadinya Proklamasi dan Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Asal kata Proklamasi adalah dari kata “proclamatio” (bahasa Yunani) yang artinya pengumuman kepada seluruh rakyat. Pengumuman tersebut terutama pada hal-hal yang berhubungan dengan ketatanegaraan. Proklamasi Kemerdekaan merupakan pengumumam kepada seluruh rakyat akan adanya kemerdekaan. Pengumuman akan adanya kemerdekaan tersebut sebenarnya tidak hanya ditujukan kepada rakyat dari negara yang bersangkutan namun juga kepada rakyat yang ada di seluruh dunia dan kepada semua bangsa yang ada di muka bumi ini. Dengan Proklamasi, telah diserukan kepada warga dunia akan adanya sebuah negara baru yang terbebas dari penjajahan negara lain.
1. Proses Terjadinya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
           Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan setelah di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan (vacuum of power), yaitu setelah Jepang menyerah kalah kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Keadaan seperti itu merupakan peluang yang sangat baik bagi bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Namun, para pemuda yang telah mendengar berita kekalahan pasukan Jepang terhadap Sekutu juga merasa kebingungan. Hal itu disebabkan para pemimpin bangsa Indonesia yang sangat diharapkan dapat segera mengambil tindakan seperti Bung Karno dan Bung Hatta sedang berada di Dalath (Vietnam) untuk memenuhi panggilan Panglima Pasukan Jepang untuk wilayah Asia Tenggara, Jenderal Terauchi. Mereka baru kembali ke Indonesia pada tanggal 15 Agustus 1945 dan mendapati Indonesia tanpa memiliki pemerintahan.
Sutan Syahrir yang mewakili golongan pemuda segera menemui Soekarno dan Hatta tidak lama setelah mereka kembali dari Dalath, Vietnam. Pada pertemuan tersebut, Sutan Syahrir mendesak Soekarno–Hatta sebagai tokoh terkemuka bangsa Indonesia segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun, Soekarno–Hatta menolaknya. Alasannya, mereka tidak ingin terjadi pertumpahan darah yang tidak perlu terjadi dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Hal i tu disebabkan bagaimanapun juga pasukan Jepang masih berkuasa di Indonesia dengan bersenjata lengkap. Untuk itu, semua perlu bertindak berhati-hati dalam menyingkapi masalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Akibat kegagalan membujuk Soekarno-Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia maka para pemuda kemudian mengadakan pertemuan di Gedung Lembaga Bakteriologi di Pegangsaan Timur 13, Jakarta di bawah pimpinan Chaerul Saleh. Pada pertemuan itu, para pemuda sepakat bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hak dan masalah rakyat Indonesia yang tidak bergantung kepada bangsa atau negara lain. Oleh karena itu, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia harus segara dilaksanakan apa pun caranya. Teks rancangan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Sesuai dengan hasil keputusan rapat maka Wikana dan kawan-kawannya menemui Ir. Soekarno di rumahnya. Kebetulan di tempat itu juga ada Drs. Moh. Hatta dan Ahmad Soebardjo. Kedua utusan itu pun mengutarakan maksudnya kepada tokoh bangsa tersebut. Mendengar pernyataan yang bernada mengancam, Soekarno marah dan dengan serta merta ia menolak permintaan dan tuntutan golongan muda.
Gagal membujuk Soekarno–Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan, Darwis dan Wikana segera melaporkan hasilnya kepada para pemuda yang masih berkumpul di Gedung Lembaga Bakteriologi. Para pemuda kemudian menggelar rapat lagi pada sekitar pukul 24.00 WIB di Jalan Cikini 71. Pada pertemuan itu disepakati bahwa mereka harus mengasingkan Soekarno–Hatta ke luar kota. Tujuannya agar kedua tokoh tersebut bebas dari pengaruh Jepang dan golongan tua. Ternyata, tempat yang dimaksud untuk mengasingkan Soekarno Hatta adalah Rengasdengklok sehingga peristiwa itu dikenal dengan istilah Peristiwa Rengasdengklok.
 Tanggal 16 Agustus 1945 para pemuda membawa Ir. Soekarno dan keluarganya (Ibu Fatmawati Soekarno dan Guruh Soekarnoputra) serta Drs. Moh. Hatta ke Rengasdengklok. Di antara para pemuda yang mengawal Soekarno–Hatta ke Rengasdengklok adalah Sukarni, Yusuf Kunto, dan Singgih. Saat itu Rengasdengklok diduduki oleh satu kompi tentara Peta di bawah pimpinan Subeno.
Soekarno–Hatta berada di Rengasdengklok selama satu hari penuh. Usaha dan rencana para pemuda untuk menekan kedua pemimpin bangsa Indonesia itu agar cepat-cepat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa campur tangan tentara Jepang tidak dapat dilaksanakan. Tampaknya kedua pemimpin itu mempunyai wibawa yang besar sehingga para pemuda merasa segan untuk mendekatinya, apalagi melakukan penekanan.
Di Jakarta sedang terjadi perundingan antara Ahmad Subardjo (mewakili golongan tua) dengan Wikana (mewakili golongan muda). Dari perundingan itu tercapai kata sepakat bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan di Jakarta. Ahmad Soebardjo juga menyatakan bahwa Laksamana Muda Tadashi Maeda telah mengizinkan rumah kediamannya dijadikan sebagai tempat perundingan.
 Berdasarkan adanya kesepakatan itu Jusuf Kunto bersedia mengantarkan Ahmad Subardjo dan sekretaris pribadinya pergi menjemput Soekarno–Hatta ke Rengasdengklok. Di Rengasdengklok terjadi perdebatan sengit kembali. Ahmad Subardjo pun memberikan jaminan dengan taruhan nyawanya bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945, selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB apabila Soekarno-Hatta dikembalikan ke Jakarta saat itu juga. Dengan jaminan itu, pimpinan Kompi Peta Subeno bersedia melepas Subeno beserta rombangan untuk kembali ke Jakarta. Rombongan tersebut tiba di Jakarta pada pukul 17.30 WIB.
Sebelum naskah Proklamasi KemerdekaanIndonesia disusun, Laksamana Muda Tadashi Maeda mengantar Soekarno–Hatta dan rombongan lainnya menghadap Mayor Jenderal Nishimura untuk menjajaki sikapnya (karena dianggap mewakili pemerintah Jepang) mengenai rencana Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Nishimura menyatakan bahwa karena sudah kalah dan menyerah kepada Sekutu maka Jepang harus mempertahankan ”status quo”. I tu artinya pemerintah Jepang tidak mengizinkan dilaksanakannya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Mencapai alasan seperti itu menjadi bulatlah tekat Soekarno-Hatta bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia memang harus dilaksanakan oleh bangsa Indonesia sendiri. Setelah pertemuan itu selesai, rombongan Soekarno-Hatta kembali ke rumah Laksamana Tadashi Maeda untuk menyusun teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Rapat dihadiri oleh para para anggota PPKI dan sejumlah pemuda. Rumah Laksamana Muda Maeda dijadikan sebagai tempat untuk merumuskan naskah Proklamasi Kemerdekaaan Indonesia karena dipandang sebagai tempat yang paling aman dari ancaman militer Jepang.
Sesaat setelah perumusan teks proklamasi selesai muncul kebingungan siapa yang seharusnya menandatangani teks proklamasi tersebut. Soekarno mengusulkan agar semua yang hadir menandatangani teks tersebut. Pendapat itu diperkuat Hatta dengan mengusulkan agar teks Proklamasi Kemerdekaaan Indonesia meniru model teks Declaration of Independence milik Amerika Serikat. Namun, usulan itu ditolak Chairul Saleh karena apabila ditandatangani semua yang hadir terutama anggota PPKI maka akan menimbulkan kesan bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah pemberian Jepang. Hal itu disebabkan PPKI adalah lembaga bentukan Jepang sehingga wajar apabila Sekutu mencurigainya.
Soekarni kemudian memberikan alternatif lain. Usulannya agar teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ditandatangani oleh Soekarno–Hatta atas nama bangsa Indonesia.Terhadap usulan tersebut semua yang hadir menyetujuinya.
Setelah disetujui bersama, rancangan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia selanjutnya diserahkan kepada Sajoeti Melik untuk diketik dengan beberapa perubahan. Rancangan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang telah diketik Sajoeti Melik kemudian ditandatangani Soekarno–Hatta atas nama bangsa Indonesia. Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tersebut di kemudian hari dikenal dengan istilah teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang autentik.
Pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan di halaman rumah Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB. Bung Karno dengan didampingi Bung Hatta tampil di depan mikropon untuk berpidato sejenak dan membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
to share...Share on FacebookShare on Google+Share on TumblrTweet about this on TwitterEmail this to someone

Komentar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Proklamasi dan Konstitusi

Tuesday 2 June 2015 | Uncategorized

PT IFARS Pharmaceutical Laboratories, perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur farmasi, seiring dengan perkembangan perusahaan saat ini…

Friday 2 June 2017 | Uncategorized

Ide kreatif bisa datang dari mana saja, salah satunya dari sebuah kaleng soda bekas. Seorang ibu…

Friday 6 October 2017 | Uncategorized

Irvandias Sanjaya, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, mengharumkan nama bangsa dengan berhasil meraih…

Thursday 6 August 2015 | Uncategorized

Batik karanganyar itu tirta intanpari » prapto sragen Prapto.my.id/./karanganyar/batik-karanganyar-itu-tir.translate this page Mar 14 2015 – .…