Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

3 Ras Nenek Moyang Indonesia

Jun
17
2015
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Uncategorized
Para peneliti menyimpulkan nenek moyang bangsa Indonesia terdiri dari tiga dua ras bangsa, yaitu Melayu Mongolid dan Melanesoid (Austromelanesoid). Melayu Mongolid datang ke Indonesia dalam dua gelombang seperti yang dijelaskan diatas. Hal tersebut mengakibatkan Melayu Mongolid terbagi ke dalam dua bangsa, yairu bangsa Proto Melayu (Melayu Tua) dan bangsa Deutero Melayu (Melayu Muda).
1. Ras Melanesoid (Austro Melanesoid)
Ras Melanesoid datang lebih awal dari ras Melayu Mongoloid. Ras ini termasuk dalam ras utama Negroid. Ras Negroid ini datang dari Afrika dan India. Ras ini mendiami wilayah Nusantara setelah bangsa Proto Melayu mereka terdesak ke timur (Papua) dan masuk ke pedalaman. Mereka terisolasi sehingga kehidupan mereka sangat tertinggal dengan perkembangan zaman. Keturunan dari ras ini terdapat di Riau yang dikenal dengan Suku Sakai dan di Papua dan Kepulauan Melanesia yang dikenal dengan Papua Melanesoid.
Menurut para ahli purbakala, kedatangan suku bangsa Melanesoid ke Indonesia terjadi pada zaman paleolitikum, yakni pada zaman batu tua. Ras Melanesoid merupakan suku bangsa yang berkulit hitam yang berasal dari Teluk Tonkin. Ras Melanesoid tersebut membawa kebudayaan Bacson-Hoabinh yang setingkat lebih tinggi dibandingkan dengan kebudayaan penduduk asli Indonesia. Dengan demikian, kedatangan ras Melanesoid tersebut sekaligus menandai dimulainya zaman mesolitikum atau kebudayaan batu tengah di Indonesia. Adapun jejak-jejak persebaran ras Melanesoid tersebut dapat ditelusuri pada kehidupan orang-orang Sakai di Siak, orang-orang Semang di pedalaman Malaya, orang-orang Aeta di pedalaman Filipina,dan orang-orang Papua.
Ciri-ciri ras Melanesoid, antara lain kulit hitam, bibir tebal, rambut ikal, dan merupakan penduduk asli daerah Papua, Pulau Aru, dan Pulau Kai. Daerah yang merupakan tempat penyebaran ras ini disebut dengan Kepulauan Melanesia.

2. Ras Melayu Mongoloid
Rumpun Melayu Mongoloid yang masuk ke wilayah Indonesia dapat kita bedakan menjadi dua kelompok suku bangsa, yaitu bangsa Melayu Tua (Proto Melayu) dan bangsa Melayu Muda (Deutero Melayu).
a.    Bangsa Melayu Tua (Proto Melayu)
Bangsa Melayu Tua (Proto Melayu) merupakan rumpun Melayu Mongoloid yang datang dan tinggal di Kepulauan Indonesia pada masa perpindahan yang pertama. Mereka datang ke Indonesia melalui jalur barat dan jalur timur.
1)    Jalur pertama, melalui jalur barat dan membawa kebudayaan berupa kapak persegi. Dengan menempuh jalur darat dari Yunan mereka menuju ke Semenanjung Melayu melalui Thailand selanjutnya menuju ke Sumatra, Jawa, Bali, ada pula yang menuju Kalimantan dan berakhir di Nusa Tenggara. Sehingga di daerah tersebut banyak ditemukan peninggalan berupa kapak persegi/beliung persegi. Keturunan Proto Melayu yang melalui jalur ini adalah masyarakat/ Suku Batak, Nias (Sumatra Utara), Mentawai (Sumatra Barat), Suku Dayak (Kalimantan), dan Suku Sasak (Lombok).
2)     Jalur kedua, melalui jalur timur dan membawa kebudayaan berupa kapak lonjong. Dengan menempuh jalur laut dari Yunan (Teluk Tonkin) menyusuri Pantai Asia Timur menuju Taiwan, Filipina, kemudian ke daerah Sulawesi, Maluku, ke Papua selanjutnya sampai ke Australia. Peninggalan kapak lonjong banyak ditemukan di Papua. Keturunan Proto Melayu yang melalui jalur ini adalah Suku Toraja (Sulawesi Selatan), Suku Ambon, Ternate, Tidore (Maluku).
b.    Bangsa Melayu Muda (Deutero Melayu)
Sekitar 500 SM datang migrasi dari ras Deutro Melayu dari daerah Teluk Tonkin, Vietnam. Bangsa Melayu Muda (Deutero Melayu) merupakan rumpun Austronesia yang datang dan tinggal di Kepulauan Indonesia pada masa perpindahan yang kedua. Bangsa Deutero Melayu yang datang pada gelombang kedua akhirnya berbaur (berasimilasi) dengan bangsa Proto Melayu yang telah lebih dahulu datang dan mendiami wilayah Kepulauan Indonesia. Bangsa Deutero Melayu masuk ke Indonesia diduga menempuh rute dari Yunan (Teluk Tonkin), Vietnam, Semenanjung Malaysia, dan sampailah ke Indonesia. Suku bangsa di Indonesia yang sampai saat ini masih keturunan bangsa Deutero Melayu adalah suku Jawa, Melayu, dan Bugis.
Keturunan dari Deutro Melayu yaitu suku Minang (Sumatra Barat), Suku Jawa, dan Suku Bugis (Sulawesi Selatan). Ras ini pada perkembangannya mampu melahirkan kebudayaan baru yang selanjutnya menjadi kebudayaan bangsa Indonesia sekarang.
Bangsa Melayu memiliki ciri-ciri Mongoloid lebih dominan, selain juga terdapat ciri AustroMelanesoid. Bangsa Melayu sebagian besar mendiami wilayah Indonesia bagian barat dan bagian tengah. Sebaliknya, wilayah Indonesia bagian timur dan tenggara banyak didiami oleh manusia dengan ciri AustroMelanesoid lebih dominan. Ciri-ciri Mongoloid yang banyak mendominasi bangsa Melayu Tua dan bangsa Melayu Muda, antara lain kulit kuning sampai kecokelatan; rambut lurus; kepala bulat; mata agak sipit; hidung sedang; muka lebar dan datar; gigi seri menembilang; pada punggung bayi terdapat bercak warna biru atau kelabu.
Ras Austro Melanesoid banyak mendominasi penduduk Indonesia bagian timur dan tengah. Mereka mempunyai ciri-ciri, antara lain: warna kulit hitam; rahang agak menonjol ke depan; warna rambut hitam; bentuk rambut keriting; kepala lonjong atau sedang.
Sejak masa bercocok tanam dan masa Perundagian sampai sekarang, perubahan komposisi ras penduduk Indonesia tidak banyak mengalami perubahan mencolok. Ras yang paling dominan adalah ras Mongoloid dan ras Austro Melanesoid. Ciri-ciri biologis manusianya sama seperti ciri-ciri manusia sekarang. Secara umum, penduduk Indonesia sekarang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1)    Tinggi badan bervariasi berkisar 135 – 180 cm.
2)    Berat badan sekitar 30 – 75 kg.
3)    Warna kulit bervariasi antara kuning langsat dan cokelat hitam.
4)    Warna rambut antara cokelat dan hitam.
5)    Bentuk rambut bervariasi antara lurus dan keriting.
6)    Bentuk kepala antara bundar, lonjong, dan sedang.
7)    Muka lebar dan datar.
8)    Hidung sedang lebarnya dan bagian mulut agak menonjol.
Bangsa Deutero Melayu masuk membawa kebudayaan yang relatif lebih maju yaitu kebudayaan logam terutama benda-benda dari Perunggu, seperti nekara, moko, kapak corong, dan perhiasan. Hasil kebudayaan ras ini sangat terpengaruh dengan kebudayaan asalnya dari Vietnam yaitu Budaya Dongson. Tampak dengan adanya kemiripan antara artefak perunggu di Indonesia dengan di Dongson.

to share...Share on FacebookShare on Google+Share on TumblrTweet about this on TwitterEmail this to someone

Komentar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya 3 Ras Nenek Moyang Indonesia

Thursday 18 June 2015 | Uncategorized

Setting ScannerScanner adalah suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan mesin fotokopi. Scanner hasilnya ditampilkan pada…

Monday 9 January 2017 | Uncategorized

Sebagai sebuah budaya yang telah berhasil mendapat kan pengakuan dari dunia internasional, seni batik kita memang…

Sunday 22 November 2015 | Uncategorized

INFORMASI PENDAFTARAN SISWA BARU POS PAUD SERUNI SEHAT Karanganyar Masa kanak- kanak adalah masa yang sangat…

Friday 10 February 2017 | Uncategorized

Peselancar asal Indonesia, Hairil Anwar Hamzah, sukses mengibarkan bendera Merah Putih di ajang selancar (surfing) dunia…