Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Hukum Penawaran

Jun
17
2015
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Uncategorized
Hukum penawaran menyatakan bahwa hubungan antara harga barang/jasa dan jumlah yang ditawarkan positif. Artinya, jika harga naik, jumlah yang ditawarkan juga naik. Demikian pula sebaliknya jika harga turun, jumlah yang ditawarkan juga mengalami penurunan dengan syarat ceteris paribus, yaitu faktor-faktor lain dianggap konstan. Kurva penawaran meupakan penyajian secara grafis dari penawaran. Kurva penawaran adalah garis yang menggambarkan bagaimana perubahan jumlah barang yang ditawarkan ketika harganya berubah. Kurva penawaran memiliki slope positif artinya kurva penawaran begerak dari kiri bawah ke kanan atas. Ini berarti bahwa antara harga barang X dan jumlah penawaran barang X mempunyai hubungan searah. Jadi, jika harga barang X mengalami kenaikan maka jumlah barang X yang ditawarkan akan bertambah, dan sebaliknya jika harga barang X mengalami penurunan maka jumlah barang X yang ditawarkan akan berkurang. 1. Pergeseran Kurva Penawaran Seperti permintaan, penawaran juga dipengaruhi oleh berbgai faktor. Perubahan faktor tersebut akan memengaruhi penawaran dan menciptakan kurva penawaran baru. Sama seperti pada permintaan, jika faktor harga memengaruhi penawaran, hal itu akan menyebabkan kurva penawaran bergerak. Namun, jika faktor lain yang memengaruhi penawaran, akan menyebabkan kurva penawaran bergeser. C. Harga Keseimbangan 1. Terbentuknya Harga Keseimbangan Harga keseimbangan pada ekonomi dikenal juga dengan harga pasar. Harga tersebut dapat terlihat pada kurva permintaan dan penawaran yang digabungkan. Harga keseimbangan atau harga ekuilibrium merupakan titik pertemuan antara kurva permintaan dan penawaran. Jika berada dipasar, maka harga keseimbangan terjadi karena kesepakatan antara konsumen (pembeli) dengan produsen (penjual). Ada berbagai kelompok/macam pembeli dan penjual. Berdasarkan subjeknya, pembeli di pasar dapat dibedakan menjadi sebagai berikut. a. Pembeli marjinal adalah pembeli yang harga taksirannya sama dengan harga pasar/harga keseimbangan. b. Pembeli supermarjinal adalah pembeli yang harga taksirannya melebihi harga pasar. Mereka merasa harga barang yang dibayar terlalu murah, sehingga merasa mendapat keuntungan. c. Pembeli submarjinal adalah pembeli yang harga taksirannya dibawah harga pasar. Mereka tidak membeli karena merasa harga tersebut mahal. Berdasarkan harga subjektifnya, penjual dipasar dapat dikelompokkan menjadi sebagi berikut in. a. Penjual marjinal adalah penjual yang harga pokoknya sama dengan harga pasar. Untuk menjual mereka menunggu agar harga naik supaya memperoleh keuntungan. b. Penjual supermarjinal adalah penjual yang harga pokoknya dibawah harga pasar. Harga pasar bagi mereka menguntungkan karena harga pokok lebih murah. c. Penjual submarjinal adalah penjual yang haga pokoknya diatas harga pasar. Untuk menjual mereka menunggu kenaikkan harga. Pembeli marjinal dan pembeli supermarjinal adalah potensial yang akhirnya menciptakan transaksi perdagangan. Hal tersebut karena terjadi harga keseimbangan. Berikut adalah contoh kurva harga keseimbangan. S: Supply (penawaran) D: Demand (permintaan) E: Equilibrium (harga keseimbangan) 2. Pergerseran Titik Keseimbangan Perubahan permintaan dan penawran menyebabkan pergeseran titik keseimbangan. Berikut adalah contohnya: Ekuilibrium pasar mula-mula terjadi di titik P, yaitu pada saat harga barang X sebesar Rp30.000,00 dan kuantitas ekuilibrium sebanyak 2.000. Namun pada saat terjadi peningkatan dan penurunan permintaan, kuantitas ekuilibrium bergeser dari titik P P1 (harga dan kuantitas ekuilibrium naik) dan P  P2 (harga kuantitas ekuilibrium turun). Harga dan kuantitas ekuilibrium bergeser karena terjadi pergeseran pada kurva penawaran, yaitu pada saat titik P P1 (harga dan kuantitas ekuilibrium turun) dan P P2 (harga kuantitas ekuilibrium naik). (gmbr kurva perubahan ekuilibrium lks Hal 46) 3. Elastisitas Harga Hukum permintaan dan penawaran menunjukkan bahwa jika terjadi perubahan harga, maka kuantitas permintaan dan penawaran akan berubah. Untuk mengetahui sebarapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga, maka digunakan alat ukur yang dinamakan elastisitas harga. Elastisitas harga dibedakan menjadi sebagai berikut. a. Elastisitas Permintaan Elastisitas permintaan adalah sebuah ukuran seberapa besar derajad kepekaan permintaan terhadap perubahan harga. Suatu permintaan dikatakan elastis jika kuantitas barang yang diminta akan berubah banyak akibat harga berubah. Sebaliknya, permintaan dikatakan inelastis jika kuantitas barang yang diminta hanya sedikit berubah akibat harga berubah. 1) Faktor yang memengaruhi elastisitas permintaan Beberapa faktor yang memengaruhi besarnya elastisitas permintaan diantaranya adalah sebagai berikut. a) Ketersediaan barang . b) Ketersediaan barang subtitusi. c) Proporsi pendapatan yang dibelanjakan untuk membeli barang. d) Keragaman penggunaan barang. e) Kategori barang (kebutuhan pokok atau mewah). 2) Perhitungan koefisien elastisitas permintaan Untuk menghitung elastisitas permintaaan digunakan koefisien elastisitas permintaan. Koefisien elastisitas permintaan diukur dari presentase perubhan kuantitas yang diminta dibagi dengan presentase perubahan harga. Kalimat tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut. Atau dirumuskan dalam simbol sebagai berikut. : x : koefisen elastisitas permintaan : perubahan harga : perubahan kuantitas yang diminta : harga awal P : kuantitas awal yang diminta 3) Jenis elastisitas permintaan a) Permintaan elastis (Ed > 1) Apabila diperoleh Ed > 1, sifat permintaan dikatakan elastis. Hal ini berarti konsumen peka terhadap perubahan harga barang atau perubahan harga sebesar 1% menyebabkan terjadinya perubahan jumlah yang diminta lebih dari 1%. Barang-barang yang mempunyai sifat permintaan yang elastis adalah barang-barang yang mempunyai pengganti (substitu-si) dan barang-barang elektronik, seperti VCD, televisi, dan DVD. Dalam bentuk kurva, permintaan elastis berbentuk landai seperti terlihat di samping. b) Permintaan inelastis (Ed < 1) Pada jenis elastisitas ini, konsumen kurang peka terhadap perubahan harga. Artinya, meskipun harga naik atau turun, masyarakat akan tetap membelinya. Barang yang mempunyai elastisitas yang inelastis adalah barang-baramg kebutuhan pokok dan barang-barang yang tidak mempunyai pengganti (subtitusi). Ed < 1 berarti perubahan harga sebesar 1% menyebabkan perubahan jumlah barang yang diminta kurang dari 1%. Dalam bentuk kurva, permintaan elastis berbentuk curam seperti terlihat di samping. c) Permintaan elastis uniter (Ed = 1) Elastisitas permintaan ini mengandung arti bahwa perubahan harga sebesar 1% menyebabkan terjadinya perubahan jumlah barang yang diminta sebesar 1%. Dalam bentuk kurva, permintaan uniter kemiringannya 45° seperti berikut. d) Permintaan elastis sempurna (Ed = ) Suatu barang/jasa disebut memiliki elastisitas sempurna jika memiliki koefisien elastisitas tak terhingga. Dengan demikian, pada harga tertentu jumlah yang diminta konsumen mencapai tidak terhingga atau berapa pun persediaan barang/jasa yang ada akan habis diminta oleh konsumen. Salah satu komoditas yang memiliki ciri ini adalah bahan bakar minyak (BBM). Dalam bentuk kurva, permintaan elastisitas berbentuk sempurna horizontal seperti terlihat di samping. e) Permintaan inelastis sempurna (Ed = 0) Untuk barang yang penting sekali (kebutuhan yang sangat pokok), berapa pun perubahan harga tidak akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Kurva untuk jenis elastisitas ini akan berbentuk garis lurus yang sejajar dengan sumbu vertikal (sumbu P). Dalam bentuk kurva, permintaan inelastis sempurna tegak lurus seperti terlihat di samping. b. Elastisitas Penawaran Elastisitas penawaran adalah sebuah ukuran seberapa besar derajad kepekaan penawaran terhadap perubahan harga. 1) Faktor yang memengaruhi elastisitas penawaran Berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi elastisitas penawaran. a) Waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi. b) Daya tahan barang. c) Mobilitas faktor produksi. d) Kemudahan produsen baru untuk memasuki pasar. 2) Perhitungan koefisien elastisitas penawaran Untuk melihat derajad kepekaan penawaran suatu barang terhadap perubahan harga, digunakan koefisien elastisitas penawaran. Elastisitas penawaran adalah perubahan kuantitas yang ditawarkan dibagi dengan presentase perubahan harga. Secara sederhana dapat dirumuskan sebagaio berikut. Atau dirumuskan dalam simbol sebagai berikut. : x : koefisen elastisitas permintaan : perubahan harga : perubahan kuantitas yang diminta : harga awal P : kuantitas awal yang diminta 3) Jenis elastisitas penawaran a) Penawaran Elastis (Es > 1) Penawaran yang elastis mengandung arti bahwa penjual peka (sensitif) terhadap perubahan harga, yaitu adanya perubahan harga sebesar 1% menyebabkan perubahan jumlah yang ditawarkan lebih dari 1%. Dalam bentuk kurva, penawaran elastis berbentuk landai, seperti terlihat di samping. b) Penawaran Inelastis (Es < 1) Penawaran inelastis ditandai dengan penjual yang tidak/kurang peka terhadap perubahan harga. Perubahan harga sebesar 1% menyebabkan terjadinya perubahan jumlah barang yang ditawarkan kurang dari 1%. Dalam bentuk kurva, penawaran inelastis berbentuk curam, seperti terlihat di samping. c) Penawaran Elastis Uniter (Es = 1) Jenis elastisitas ini ditandai dengan persentase perubahan harga sama dengan persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan. Dalam bentuk kurva, penawaran elastisitas satuan memiliki kemiringan 45°, seperti terlihat di samping. d) Penawaran Elastis Sempurna (Es = ) Pada harga tertentu, jumlah barang yang ditentukan tidak terbatas atau perubahan harga 0% menyebabkan terjadinya perubahan jumlah barang yang ditawarkan lebih 0%. Dalam bentuk kurva, penawaran elastis sempurna berupa garis lurus yang sejajar dengan garis horizontal (sumbu Q), seperti terlihat di samping. e) Penawaran Inelastis Sempurna (Es = 0) Penawaran inelastis sempurna ditandai oleh perubahan harga yang tidak memengaruhi jumlah barang yang ditawarkan. Pada tingkat harga berapa pun jumlah barang yang ditawarkan tetap. Dalam bentuk kurva, penawaran inelastis sempurna berbentuk tegak lurus, seperti terlihat berikut ini.
to share...Share on FacebookShare on Google+Share on TumblrTweet about this on TwitterEmail this to someone

Komentar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Hukum Penawaran

Tuesday 4 July 2017 | Uncategorized

senatahadventureblog to share...Komentar Related posts: Wisata tubing di senatah adventure Pasukan boyok sempal versi senatah adventure…

Friday 17 November 2017 | Uncategorized

1. Cara penulisan kata2 2. Cara berkomunikasi dengan orang lain (bahasa) 3. Perilaku bersosmed. Apa aja…

Sunday 2 July 2017 | Uncategorized

Fullset, sarung bantal,taplak meja, tenun,tudung saji, tutup galon, tutup kulkas,tutup magicom, tutup saji. Isi Satu Fullset…

Wednesday 21 June 2017 | Uncategorized

Saat masih sekolah dulu, kamu mungkin sering mendapat pertanyaan dari gurumu tentang perbedaan teluk dan semenanjung.…