Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Pengaturan BIOS

Jun
18
2015
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Uncategorized
Setelah Tampilan pada layar menunjukkan Award BIOS Setup Utility, kita dapat melakukan settingan BIOS dengan urutan sebagai berikut.
a.    Hard Disk dan CD-ROM
BIOS hanya mengatur aktif tidaknya sebuah hard disk, dan juga menentukan berapa besar kapasitas sebuah hard disk baik secara manual maupun otomatis. Terletak dalam menu Main kemudian dilanjutkan pada sub menu letak dari drive terpasang.

Tampilan menu Main.
Selanjutnya untuk mengatur hard disk atau CD ROM, masuk ke submenu letak hard disk atau CD ROM terpasang. asumsikan bahwa hard disk terletak pada primary master.

Mengatur hard disk.
Menu di atas merupakan tampilan untuk mengatur hard disk yang terletak di primary master. Yang perlu diatur dalam menu di atas adalah Type, dalam menu tersebut terdapat pilihan diantaranya: Auto, User Type HDD, CD-ROM, LS-120, ZIP, MO, Other ATAPI device, dan None. Untuk lebih amannya pilih Auto karena sistem akan mendeteksi secara otomatis peralatan yang terpasang, sedangkan None digunakan untuk men-disable hard disk atau tidak ada peralatan yang terpasang.
b.    Floppy Disk
Pengaturan floopy disk terletak dalam menu yang sama seperti hard disk dan CD-ROM. Terletak dalam menu Main dan pada umumnya bernama legacy diskette A. Dalam opsi drive A dapat dipilih bermacam jenis Disk Drive seperti 1.44 MB, 3.5-“ 720Kb, 3.5“ – 2.88MB, 3.5” -360KB, 5.24”- 720kb, 5.25” dan none. Opsi none digunakan untuk menonaktifkan floppy disk. Pilih sesuai dengan floopy disk yang terpasang atau jika tidak terdapat floopy disk terpasang dapat digunakan pilihan None.

Mengatur floppy disk.
c.    RAM
RAM hanya dapat diatur bagian clock latency-nya saja tetapi tidak semua RAM dapat diatur, merk tertentu saja yang dapat di set secara manual. Untuk menseting, klik menu Advanced. Hanya RAM yang sering digunakan untuk over cloking yang dapat diset Chip Configuration.

Menu di atas untuk menentukan setting secara manual atau otomatis terletak dalam sub menu SDRAM Configuration. Untuk “By SPD” akan dilakukan setting secara otomatis oleh sistem sedangkan untuk setting secara manual pilih User Define. Hati- hati dalam mengubah nilai clock latency dari RAM, sesuaikan dengan kemampuan RAM yang terpasang. Untuk lebih amannya gunakan pilihan secara otomatis selain lebih aman nilai yang diatur akan disesuaikan dengan nilai default RAM yang terpasang.
d.    Prosessor
Ada beberapa cara untuk mengatur kecepatan prosesor sesuai dengan kemampuannya. Untuk seting dengan BIOS tidak semua prosesor bisa diatur, hanya prosesor tertentu saja yang dapat di set lewat BIOS. Untuk mengatur variabel-variabel dalam prosesor masuk ke dalam menu Advanced, maka akan terlihat beberapa menu yang berhubungan dengan CPU, yaitu: CPU speed, CPU/PCI Frequency, dan CPU/Memory frequency ratio. CPU Speed merupakan kecepatan CPU yang dapat ditentukan secara manual maupun otomatis. Untuk melakukan overcloking dapat dilakukan setting pada bagian CPU/Memory frequency ratio. Pada bagian ini dapat di-set jika CPU Speed dipilih manual. Tetapi perlu diingat sesuaikan dengan kemampuan prosesor karena jika tidak akan berakibat fatal.

Mengatur prosesor.
e.    LAN Onboard dan Sound onboard
Untuk kedua komponen ini sama dalam melakukan konfigurasi di dalam BIOS. Terletak dalam menu yang sama dan untuk mengaktifkan dengan memilih Enabled pada masing-masing komponen. Sedangkan untuk menonaktifkan cukup dengan memilih Disabled. Sedangkan untuk opsi Auto digunakan untuk mendeteksi secara otomatis, jika ada komponen yang terpasang maka akan otomatis mengaktifkan komponen tersebut. Untuk masuk dalam konfigurasi komponen ini, klik menu Advanced Configuration. Dalam versi BIOS ini LAN Onboard dengan menu MCP MAC Controller sedangkan Sound Onboard dengan menu MCP Audio Controller, pilih Enabled atau Auto untuk mengaktifkan komponen tersebut. Perlu diingat apabila ingin memasang komponen baru yang bukan onboard dan komponen tersebut sejenis dengan komponen yang onboard maka harus dinonaktifkan komponen yang onboard tersebut terlebih dahulu. Karena jika tidak akan terjadi konflik IRQ atau I/O addrres-nya.

Mengatur LAN Onboard dan Sound onboard
f.    VGA Onboard
Untuk mengatur komponen VGA onboard yang perlu diperhatikan adalah mengatur besar kecilnya shared memori. Shared memori adalah memori yang digunakan oleh VGA sebagai buffer dan diambilkan dari RAM. Besarnya nilai shared memori tergantung kemampuan VGA dan besarnya RAM yang terpasang. Untuk mengatur besarnya shared memori, klik menu Advaced Chip Configuration. Pilih bagian VGA Shared memory size. Besar kecilnya nilai memori yang diambil tergantung dari jenis VGA Onboard-nya dan besarnya kapasitas RAM yang terpasang.

Mengatur VGA Onboard.
Dalam VGA yang sangat penting adalah Primary VGA BIOS. Pilihan PCI Configuration, digunakan untuk memilih urutan deteksi dari VGA yang terpasang dalam sistem. Urutan tersebut diantaranya: PCI VGA Card, AGP VGA card, dan Onboard VGA. Jika VGA yang digunakan adalah Onboard maka set dengan Onboard VGA.

to share...Share on FacebookShare on Google+Share on TumblrTweet about this on TwitterEmail this to someone

Komentar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Pengaturan BIOS

Tuesday 6 February 2018 | Uncategorized

Rumah rusak tertimpa pohon tumbang di Desa Jladri Kecamatan Buayan. Foto: Agus   KEBUMEN – Hujan…

Tuesday 6 February 2018 | Uncategorized

Stasiun Solo Balapan terlihat lenggang pagi itu. Matahari enggan menampakkan diri, awan kelabu sebagai gantinya. Namun…

Monday 9 January 2017 | Uncategorized

Kami Mister Printing Solo, melayani pembuatan & pemasangan segala macam bentuk media promosi. Baik untuk kebutuhan…

Saturday 1 July 2017 | Uncategorized

Halo sob , kali ini saya mau update dan membagikan Ada Berrybenka Pop Up Store di…