Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Pengendalian Penyimpangan Sosial

Jun
03
2015
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Uncategorized


Pengendalian Penyimpangan Sosial
   
 Dalam Hal ini akan sedikit membahas untuk kembali mengingatkan kalian tentang penyimpangan sosial. Jadi, penyimpangan adalah suatu bentuk perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. Perilaku yang tidak menyimpang disebut sebagai konformitas. Konformitas dan penyimpangan adalah dua sisi dari perilaku. Konformitas merupakan bentuk perilaku yang positif, sedangkan penyimpangan merupakan bentuk perilaku yang negatif.  Menurut Robert M.Z. Lawang Penyimpangan adalah tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari pihak yang berwenang untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang. Untuk mengaasi penyimpangan sosial maka dilakukan pengendalian sosial.
A. Pengertian Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial merupakan serangkaian proses atau upaya untuk mengawasi, menahan, mengekang, dan mencegah perilaku manusia dari segala bentuk penyimpangan terhadap nilai dan norma sosial dalam kehidupan masyarakat. Melalui pengendalian sosial, nilai dan norma digunakan untuk mendidik, mengajak, atau bahkan memaksa masyarakat mematuhi aturan permainan dan mengatur hubungan antarpribadi dan antarkelompok. Menurut Berger, pengendalian sosial adalah cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggota yang membangkang. Berikut adalah pengertian penyimpangan sosial dari beberapa pakar sosiologi.
1.    Bruce J. Cohen
Pengendalian sosial adalah cara-cara atau metode untuk mendorong seseorang agar berperilaku selaras dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas tertentu.
2.    Joseph S. Roucek
                   Pengendalian sosial adalah segala proses yang direncanakan atau tidak, bersifat mendidik, mengajak, atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai sosial yang berlaku.
3.    Peter L. Berger
Pengendalian sosial adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya.
C. Bentuk-bentuk Pengendalian Sosial
Di dalam masyrakat terdapat banyak sekali jenis pengendalian sosial. Pengendalian sosial dapat dilakukan berdasarkan hal-hal berikut.
1.      Berdasarkan aspek pelaksanaan
a.       Persuasif  adalah pengendalian sosial yang lebih menekankan pada usaha untuk mengajak, membimbing yang berupa anjuran, dan membujuk. Misalnya, mengajak setiap siswa untuk menaati tata tertib sekolah, ceramah keagamaan, dan pembinaan berlalulintas yang baik dari kepolisian di sekolah.
b.      Coercive adalah pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara paksaan, karena dengan jalan persuasif tidak berhasil. Misalnya, penggusuran pedagang kaki lima yang tidak berizin dan mengganggu fasilitas umum.
c.       Compultion adalah pengendalian sosial yang dilakukan dengan menciptakan suatu situasi yang dapat mengubah sikap dan perilaku yang negatif. Misalnya, mengurangi uang saku jika tidak belajar, memberi hukuman bagi siswa jika tidak mengerjakan tugas.
d.      Pervation adalah pengendalian sosial dengan menggunakan norma atau nilai yang disampaikan secara berulang-ulang dan terus-menerus dengan harapan norma tersebut melekat dalam jiwa seseorang sehingga akan terbentuk sikap yang diharapkan. Misalnya, sosialisasi bahaya narkoba secara langsung maupun melalui media cetak atau media elektronika secara terus-menerus.
2.      Berdasarkan  jenis-jenis pengendalian
a.    Cemoohan adalah ejekan/hinaan oleh anggota masyarakat dengan tujuan agar seseorang/kelompok orang tersebut tidak melakukan perbuatan yang melanggar norma itu lagi. Diharapkan anggota masyarakat yang lain mengetahui perbuatan tersebut yang dianggap melanggar norma/nilai yang berlaku di dalam masyarakat. Misalnya, seorang anak gadis karena sering pulang larut malam kemudian disindir oleh tetangganya dengan ucapan perumpamaan.
b.   Teguran/peringatan adalah sapaan yang lebih menekankan perubahan sikap buruk menjadi lebih baik. Misalnya, memberikan surat peringatan bagi siswa yang tidak masuk kelas lebih dari dua kali.
c.    Ajaran agama adalah aqidah untuk mengatur segala aspek kehidupan manusia. Ajaran agama memuat aturan perilaku manusia yang disebut pahala atau dosa. Agama menjadi sarana pengendalian sosial yang efektif karena kendalinya jelas dan tegas. Misalnya, pedagang tidak boleh mengurangi takaran atau timbangan barang dagangannya.
d.   Pendidikan adalah suatu kegiatan yang sistematis menuju terbentuknya kepribadian peserta didik ke arah lebih baik. Pendidikan adalah proses yang berlangsung sejak lahir dan berlangsung sepanjang hidup. Misalnya, seorang anak mendapatkan pendidikan dari pengalamannya sehari-hari (informal), dari sekolah (formal), dari luar sekolah (non formal).
e.    Pengucilan (ostrasisme) adalah perlakuan terhadap individu yang melakukan penyimpangan dengan cara mendiamkan atau menjauhkannya dari lingkungan sekitarnya. Misalnya, anggota masyarakat dikucilkan karena melanggar aturan adat. Tujuan pengucilan ini agar anggota masyarakat yang bersangkutan atau masyarakat lain tidak melakukan pelanggaran norma/nilai yang serupa.
3.      Berdasarkan sifat pengendalian
a.       Pencegahan (preventif), adalah usaha pengendalian yang dilakukan sebelum terjadi pelanggaran untuk mencegah terjadinya pelanggaran. Misalnya, dibuat tata tertib kelas dan tata tertib sekolah.
b.      Represif adalah usaha yang dilakukan setelah pelanggaran terjadi untuk mengembalikan keserasian yang terganggu akibat adanya pelanggaran tersebut atau dengan menyadarkan pihak yang telah melakukan penyimpangan. Misalnya, sekolah memberi surat teguran untuk siswa yang melanggar tata tertib.
c.       Gabungan adalah usaha pengendalian dengan memadukan kedua sifat pengendalian sosial, yaitu preventif dan represif. Terpadunya kedua sifat pengendalian sosial ini ditujukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan (preventif) dan mengembalikan keadaan semula jika sudah terjadi penyimpangan (represif). Misalnya, sudah ada tata tertib sekolah, tetapi masih ada siswa yang membolos, maka diberi sanksi tidak boleh mengikuti pelajaran.
4.      Berdasarkan lembaga-lembaga pengendalian
a.  Kepolisian adalah badan pemerintah yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban umum serta mengambil tindakan terhadap orang-orang yang melanggar aturan atau undang-undang yang berlaku bagi masyarakat. Kepolisian memiliki kewenangan untuk menangkap, memeriksa, dan menyidik para pelanggar, kemudian melimpahkan hasil pemeriksa- annya kepada kejaksaan untuk diproses melalui peradilan hukum hingga menerima putusan. Misalnya, merazia pengendara sepeda motor yang tidak memiliki SIM dengan memberi sanksi, bahkan dapat sampai proses pengadilan.
b. Pengadilan adalah suatu badan yang dibentuk oleh negara untuk menangani, menyelesaikan, dan mengadili serta memberi sanksi yang tegas terhadap perselisihan atau tindakan pelanggaran hukum. Bentuk sanksi atau hukuman itu dapat berupa denda, hukuman kurungan, bahkan hukuman mati. Misalnya, pengedar narkotika pada kelas tertentu dapat terkena ancaman hukuman mati.
c.  Adat istiadat adalah aturan yang tidak tertulis, namun tetap dijunjung tinggi dan berfungsi di dalam masyarakat seperti halnya hukum tertulis. Adat istiadat mempunyai kekuatan mengikat dan sanksi yang diberikan tergantung pada penyimpangan yang dilakukan pelaku. Sanksi yang diberikan dapat berupa cemoohan, ejekan, dan dikucilkan. Misalnya, mengucilkan anggota masyarakat yang tidak pernah ikut ronda malam, kerja bakti, rapat RT.
d. Tokoh masyarakat, tokoh masyarakat dianggap sebagai pemimpin atau orang yang dituakan dalam masyarakat seseorang disebut sebagai tokoh masyarakat. Apabila orang tersebut mempunyai kelebihan tertentu dan dapat menjadi panutan atau contoh bagi anggota masyarakat yang lain. Apabila terjadi penyimpangan sosial biasanya tokoh masyarakat diundang untuk ikut menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi.
Pojok Info.
Pendidikan merupakan pengendalian sosial yang paling potenisal keefektifanya, karena pendidikan berlangsung melalui tahaptahap yang berkesinambungan dan sistematis yang berlangsung dalam sebuah sistem yang saling mengisi lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat. dampaknya adalah norma dan kebaikan tertanam dalam setiap individu, sehingga mereka akan menjauhi penyimpangan sosial.
to share...Share on FacebookShare on Google+Share on TumblrTweet about this on TwitterEmail this to someone

Komentar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Pengendalian Penyimpangan Sosial

Friday 11 August 2017 | Uncategorized

Alkisah, ada sebuah kerajaan di daerah Simalungun. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang arif dan…

Thursday 22 June 2017 | Uncategorized

Semeru dan Mahameru di Tahun 2013 Tidak terlintas di tahun 2013 ini untuk mendaki gunung Semeru.…

Wednesday 13 December 2017 | Uncategorized

Ilustrasi genangan/ Foto:¬†Alif Elfani Herder KEBUMEN¬†– Kondisi drainase di dalam kota Kebumen belakangan ini dikeluhkan warga,…

Friday 5 June 2015 | Uncategorized

Fungsi Pengendalian Sosial                   Pengendalian sosial mempunyai beberapa fungsi atau peranan, antara lain sebagai berikut.…