Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Sejarah Batik Semarang

Dec
26
2016
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Uncategorized

ac004-small_mega-hijau-kupu-16

DALAM upaya memperkuat identitas dan kepribadian bangsa, banyak daerah di Indonesia telah mendeklarasikan budaya melalui media batik. Misalnya batik Pekalongan, batik Demak, batik Kudus, batik Rembang, batik Lasem, batik Sragen, batik Banyumas, batik Jogya, batik Solo, dan sebagainya.

Namun, batik Semarang masih kurang pamor dibandingkan dengan batik-batik yang ada di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Padahal, Semarang memiliki warisan budaya batik yang telah mengalami kristalisasi nilai-nilai serta ciri-ciri khas yang unik.

Batik Semarang diproduksi oleh para pengrajin di Kampung Batik, Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen, Semarang. Konon batik Semarang pernah “melejit” sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia. Namun saat itu banyak pengrajinnya yang hijrah ke Klaten, Solo, dan daerah-daerah di sekitarnya. Karena itu, pengrajin batik Semarang sangat sedikit.

Meski jumlahnya terbatas, batik Semarang masih dilestarikan oleh beberapa pengrajinnya. Salah satu pengrajin batik yang tetap eksis mempertahankan warisan budaya tersebut ialah Umi S Adi Susilo.

Batik yang bertajuk Semarang 16 ini yang menjadi material utama 13 desainer terkemuka Indonesia yang menggelar fashion show pada acara HUT ke-461 Semarang yang perayaannya jatuh pada 2 Mei 2008.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Taruna K Kusmayadi, corak dan motif yang terdapat pada batik Semarang cukup unik dan tidak kalah dengan batik-batik yang sudah populer selama ini. Selain itu, warna yang tersemburat pada batik Semarang juga lebih monokromatik, sehingga tampil indah setelah diolah.

Meskipun ada persamaan ciri-ciri motif batik Semarang dengan batik pesisir lainnya, namun jika diamati secara teliti, ada juga detil perbedaannya. Perbedaan itu dapat dilihat antara lain pada detil-detilnya.

download

Pada umumnya batik Semarang berwarna dasar oranye kemerahan karena mendapat pengaruh dari China dan Eropa. Selain itu, motif dasar batik Semarang banyak dipengaruhi budaya China yang pada umumnya banyak menampilkan motif fauna yang lebih menonjol daripada flora. Misalnya merak, kupu-kupu, jago, cendrawasih, burung phunix, dan sebagainya. Motif-motif ini tidak terlepas dari pengaruh budaya China.

“Batik Semarang identik dengan warna terang, kalau yang zaman dulu bukan dari China, tapi Belanda itu arah warnanya merah bata. Kalau China lebih ke warna oranye. Jadi pengaruh negara lain ikut turut andil dalam pewarnaan batik Semarang,” kata ibu Umi saat ditemui okezone dalam dalam acara press conference di Hotel Pandanaran, Semarang, Jumat (2/5/2008).

Sementara itu, ciri-ciri motif batik Semarang menurut ibu Umi, tidak simbiolis seperti batik-batik di Surakarta dan Yogyakarta. “Kebanyakan batik Semarang diambil dari hal-hal yang ada di sekitar kita baik cerita legenda-legenda Semarang atau tentang makanan khas Semarang. Bahkan batik yang ada di zaman Belanda itu diangkat oleh kita dengan tema zaman Diponegoro. Jadi tidak terlalu simbiolis seperti batik Solo atau Yoyakarta,” bebernya.

Pengaruh budaya China dan Eropa, lanjutnya, turut andil dalam batik Semarang. Meski motifnya sangat beragam, ciri khas Semarang tetap ada. “Semarang diambil dari kata asem dan arang jadi asem yang jarang-jarang. Legenda-legenda lain menjadi tambahannya,” terang wanita keturunan Betawi yang sampai kini selalu concern dengan batik Semarang itu.

Adapun motif Semarang yang menonjolkan ikon kota Semarang, sambungnya, banyak menggunakan motif Tugu Muda, Lawang Sewu, burung kuntul, Wisma Perdamaian, Gereja Blenduk, bukit, dan laut. Semua motif tersebut, dijelaskan ibu Umi sebagai identitas kepribadian bangsa agar tidak terkikis oleh perluasan budaya global.

Sedangkan proses pembuatan batik tulis Semarang yang dapat dilakukan hingga mencapai tiga bulan itu, dimulai dari proses pembuatan, penggambaran hingga pewarnaan dan menghasilkan batik. Menurutnya, semakin sulit tingkat pengerjaan dan pemilihan kain yang digunakan, akan menentukan harga yang dibayar. Meski demikian, Anda dapat memeroleh batik Semarang mulai dari Rp30 ribu-Rp5 juta.


Batik Indonesia

to share...Share on FacebookShare on Google+Share on TumblrTweet about this on TwitterEmail this to someone

Komentar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Sejarah Batik Semarang

Friday 29 May 2015 | Uncategorized

Unsur dan Ciri-Ciri Hukum Berdasarkan definisi atau batasan tentang hukum sebagaimana disampaikan oleh beberapa ahli hukum…

Friday 30 June 2017 | Uncategorized

Candi Sukuh merupakan candi agama hindu yang terletak di lereng barat Gunung Lawu yang secara administratif…

Monday 3 April 2017 | Uncategorized

Holla…hahaha.. lama sekali tidak menulis sepertinya Lamaa sekali, lama semenjak saya pindah dari jakarta ke surabaya,…

Sunday 25 June 2017 | Uncategorized

Air terjun Jumog merupakan salah satu dari beberapa air terjun yang ada di Lereng Gunung Lawu…