Ini Wilayah Rawan Pergerakan Tanah Bulan November

gerakan-tanah

KEBUMEN – Curah hujan di musim penghujan dalam beberapa pekan ini terus meningkat, masyarakat di Kebumen pun diminta waspada terhadap potensi bencana alam salah satunya kejadian pergerakan tanah yang berpotensi menimbulkan bencana tanah longsor.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam situs resminya melansir sebanyak 13 kecamatan di Kebumen rawan pergerakan tanah zona menengah hingga tinggi pada bulan November 2016.

ZONA MENENGAH
1. Kecamatan Karangsambung
2. Kecamatan Padureso
3. Kecamatan Kebumen

ZONA MENENGAH – TINGGI
1. Kecamatan Sadang
2. Kecamatan Sempor
3. Kecamatan Ayah
4. Kecamatan Alian
5. Kecamatan Rowokele
6. Kecamatan Poncowarno
7. Kecamatan Karanggayam
8. Kecamatan Sruweng bagian Utara
9. Kecamatan Pejagoan
10. Kecamatan Buayan

Keterangan:
TINGGI: Daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal. Sedangkan gerakan tanah di lokasi lama bisa aktif atau terjadi lagi.

MENENGAH: Daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal. Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Curah Hujan Tinggi

Sementara itu BMKG memprakirakan pada bulan November ini wilayah Kabupaten Kebumen memiliki curah hujan yang tinggi hingga sangat tinggi berkisar 401 mm hingga >500 mm. Wilayah dengan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi berada di sekitar Kecamatan Ayah, Buayan, Rowokele, Puring, Mirit dan Kuwarasan.

Sedangkan curah hujan sangat tinggi diprakirakan meliputi wilayah sekitar Kecamatan Sempor, Gombong, Adimulyo, Sruweng, Karanganyar, Karanggayam, Petanahan, Klirong, Kebumen, Pejagoan, Karangsambung, Sadang, Alian, Poncowarno, Kutowinangun, Buluspesantren, Ambal, Prembun, Bonorowo dan Padureso.

Dengan potensi curah hujan tinggi pada periode bulanan, maka indikasi potensi hujan lebat yang berskala harian dapat dimungkinkan akan meningkatkan bencana hidrometeorologi diantaranya banjir dan tanah longsor.(and)


Lintas Kebumen

to share...Share on FacebookShare on Google+Share on TumblrTweet about this on TwitterEmail this to someone

Komentar