Mengapa kuliah di UMS ?

logo-ums-smallHallo readers, apa kabar ?

Akhirnya saya bisa membuat postingan baru lagi. Pada postingan saya kali ini, saya akan menceritakan tentang alasan saya kuliah di UMS. Oke cekidooottttt !!!

Sebagian besar siswa SMA sederajat pastinya mempunyai impian untuk kuliah di Perguruan Tinggi Negeri. Hal itu dikarenakan PTN dipandang lebih bagus oleh masyarakat luas. Begitupun saya, sejak SD saya ingin sekali menjadi mahasiswa salah satu PTN di Surakarta. Pada saat saya kelas 3 SMA, saya sudah mencoba untuk mengikuti SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri di universitas tersebut, tetapi keberuntungan tidak memihak kepada saya. Rasa sedih dan kecewa pasti ada, tetapi dibalik itu semua saya bersyukur. Mengapa ? Karena jauh-jauh sebelum mengikuti test itu, saya sudah diterima di UMS lebih tepatnya pada program studi PGSD dan lebih bahagianya saya mendapat kabar dari kakak saya jika PGSD UMS sudah mendapatkan akreditasi A pada bulan April 2015. Akreditasi A untuk program studi PGSD untuk saat itu merupakan pertama dan satu-satunya di Indonesia. Membanggakan bukan ?

*flashback on*

Tahun lalu, tepatnya tanggal 20 Februari 2015 saya melakukan test tertulis di UMS. Alhamdulillah, satu kali test saya dapat dinyatakan lulus. Awalnya saya merasa deg-degan karena takut jika gagal.

Pada bulan Agustus dimulailah berbagai kegiatan ospek kampus, mulai dari PK-PMB, MASTA dan POMB. Semua kegiatan ospek begitu menyenangkan, asik, tidak seperti di berita-berita yang menyeramkan, kakak senior kejam. Justru ospek di UMS melatih kita untuk berbagi ke sesama, lebih memperdalam agama.

Sebelum perkuliahan dimulai, program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melakukan Grand Opening. Grand Opening ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru dengan dosen-dosen PGSD beserta lingkungan PGSD nantinya.

*flashback off*

Kuliah di UMS selama dua semester alias satu tahun ini, saya mendapatkan banyak teman baru, banyak pengalaman, banyak ilmu juga tentunya. Menuntut ilmu di sini begitu menyenangkan karena dosen-dosennya baik, asik, dan seru. Proses belajar mengajarnya dengan berbasis religi. Di setiap awal perkuliahan, mahasiswa dan dosen membaca juz’ama agar kelak nantinya dapat lulus dengan sudah hafal juz 30. Menyenangkan bukan ? O iya, pada saat skripsi nanti mahasiswa juga ditest hafalan juz 30 hlo.

Sekian sedikit cerita dari saya 🙂

 

 


Rochmani Lilis

to share...Share on FacebookShare on Google+Share on TumblrTweet about this on TwitterEmail this to someone

Komentar