Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Mengenal Teater Rakyat Mamanda Kalimantan Selatan

Aug
25
2017
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Uncategorized

mamanda remaja1Pentas Mamanda Kalimantan Selatan (https://dapursenikalimantanselatan.blogspot.co.id)

Mamanda adalah seni teater rakyat atau pementasan tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan. Dibanding dengan seni pementasan yang lain, Mamanda lebih mirip dengan Lenong dari segi hubungan yang terjalin antara pemain dengan penonton. Interaksi ini membuat penonton menjadi aktif menyampaikan komentar-komentar lucu yang disinyalir dapat membuat suasana jadi lebih hidup.Bedanya, Kesenian lenong kini lebih mengikuti zaman ketimbang Mamanda yang monoton pada alur cerita kerajaan. Tokoh-tokoh yang dimainkan adalah tokoh baku seperti Raja, Perdana Menteri, Mangkubumi, Wazir, Panglima Perang, Harapan Pertama, Harapan kedua, Khadam (Badut atau ajudan), Permaisuri dan Sandut (Putri).Tokoh-tokoh ini wajib ada dalam setiap Pementasan. Agar tidak ketinggalan, tokoh-tokoh Mamanda sering pula ditambah dengan tokoh-tokoh lain seperti Raja dari Negeri Seberang, Perompak, Jin, Kompeni dan tokoh-tokoh tambahan lain guna memperkaya cerita.

Sejarah

Asal muasal Mamanda adalah kesenian Badamuluk yang dibawa rombongan Abdoel Moeloek dari Malaka tahun 1897. Dulunya teater di Kalimantan Selatan bernama Komedi Indra Bangsawan. Persinggungan kesenian lokal di Banjar dengan Komedi Indra Bangsawan melahirkan bentuk kesenian baru yang disebut sebagai Ba Abdoel Moeloek atau lebih tenar dengan Badamuluk. Kesenian ini hingga saat ini lebih dikenal dengan sebutan Mamanda.

Bermula dari kedatangan rombongan bangsawan Malaka (1897 M) yang dipimpin oleh Encik Ibrahim dan isterinya Cik Hawa di Tanah Banjar, kesenian ini dipopulerkan dan disambut hangat oleh masyarakat Banjar. Setelah beradaptasi, teater ini melahirkan sebuah teater baru bernama “Mamanda”.

Macam Aliran Mamanda

Mamanda mempunyai dua macam aliran. Pertama adalah aliran Batang Banyu yang hidup di pesisir sungai daerah Hulu Sungai yaitu di Margasari. Sering juga disebut Mamanda Periuk. Kedua adalah Tubau yang bermula tahun 1937 M. Aliran ini hidup di daerah Tubau, Rantau. Sering dipentaskan di daerah daratan. Aliran ini disebut juga Mamanda Batubau. Aliran ini yang berkembang di Tanah Banjar.

Perbedaan utamanya ada pada inovasi pertunjukan. Dimana Mamanda Tubau lebih mengikuti perkembangan masa kini namun tetap menjaga setting kerajaan yang menjadi ciri Mamanda. Cerita Mamanda Periuk yang sering dipentaskan seperti hikayat Si Miskin, hikayat Marakarna, hikayat Cindera Hasan. Sedangkan dalam Mamanda Tubau cerita yang disajikan lebih bebas, kadang cerita yang diciptakan sutradara.

Musik pengiring dan lagu pun agak berbeda. Jika dalam Mamanda Periuk menggunakan lagu daerah, di Mamanda Tubau lagu modern seperti dangdut terkadang menjadi selingan. Busana kerajaan masih dipertahankan keduanya tentu saja. Namun pada Mamanda Tubau pemilihan busana kerajaannya lebih yang simpel.

Pementasan

seni_drama_mamandaTeater Rakyat Mamanda (https://seni-hiburan.blogspot.co.id)

Dalam seni teater Mamanda, para pemain diarahkan agar mampu berimprovisasi dan memiliki spontanitas berdialog yang baik. Improvisasi dimaksudkan agar percakapan tokoh-tokoh mengalir segar dan tidak kaku.

Selain itu ciri lain dari Mamanda adalah interaksi hangat antara pemain dengan penonton. Di tengah pementasan, para tokoh akan sekali-sekali berbicara pada penonton, memancing komentar lucu atau tawa dari mereka. Karena ini Mamanda jika dilihat dari sisi interaksi, mirip dengan Lenong Betawi.


to share...Share on FacebookShare on Google+Share on TumblrTweet about this on TwitterEmail this to someone

Komentar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Mengenal Teater Rakyat Mamanda Kalimantan Selatan

Friday 30 June 2017 | Uncategorized

Motif Megamendung yang digunakan oleh masyarakat Cirebon sebagai motif dasar batik sudah tidak asing lagi bagi…

Thursday 20 July 2017 | Uncategorized

Didorong untuk terlahir sebagai kota wisata, Kota Batu sering menjadi incaran para investor yang hendak menanam…

Tuesday 7 November 2017 | Uncategorized

Oleh : Beni Prawira Candra Jaya Indonesia merupakan Negara hukum dimana semua kegiatan penyelenggaraan Negara didasarkan…

Tuesday 4 July 2017 | Uncategorized

Ngerasa aneh gak sih setelah sekian lama musuhan, gak pernah ketemu, gak tau kabarnya tiba-tiba si…